Pesona Pulau Bangka yang Memanjakan Mata

Pesona Pulau Bangka yang Memanjakan Mata

View this post on Instagram

Ntappp… #explorebangka #Indonesia #indonesiabagus

A post shared by Yogi Sulendra (@yogisulendra) on

Pulau Bangka dahulu kala mungkin hanya dikenal karena tambang timahnya yang dikeruk habis – habisan, nyatanya pulau ini bersama pulau tetangganya, Belitung, menyimpan pesona alam yang tak kalah indah dari daerah – daerah lain yang lebih terkenal di Indonesia.

Pada bulan Maret 2017 lalu saya bersama seorang teman berkesempatan mengunjungi pulau yang dahulu menjadi bagaian dari provinsi Sumatera Selatan itu. Saat ini kepulauan Bangka Belitung sudah menjadi provinsi sendiri dengan ibu kota Pangkal Pinang.

Kami berangkat dari Palembang sekitar pukul enam pagi, dan sampai kurang dari satu jam saja di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Bangunan bandaranya tergolong kecil, namun designnya sangat modern. Bangunan Bandara Depati Amir sekarang merupakan bangunan baru yang menggantikan bangunan lama yang terletak tak terlalu jauh dari Bandara yang baru ini.

Demi menunjung mobilitas selama di Bangka, kami menyewa satu buah motor yang langsung diantarkan ke bandara oleh penyewanya. Dari bandara kami langsung bergerak ke luar kota Pangkal Pinang, ke arah utara, tepatnya ke Kabupaten Sungailiat. Perjalanan ini menempuh waktu kurang lebih satu jam dari Pangkal Pinang dengan jalanan lurus dan kecepatan rata – rata 80 KM/ jam.

Mengapa mengendarai sejauh itu hanya untuk melihat pantai? Di Sungailiatlah pantai – pantai paling indah di Bangka dapat ditemukan. Tujuan kami kali ini adalah Pantai Tikus Emas. Masih banyak pantai – pantai lain di Sungailiat yang bisa dikunjungi, dan satu sama lain letaknya berdekatan, sebut saja Pantai Teluk Uber, dan Pantai Tanjung Pesona. Jika mau mengunjungi semua pantai itu seharian penuh, sangat bisa.

Saat memasuki kawanan Pantai Tikus Emas mata kita akan langsung dimanjakan oleh pesona biru air laut. Langit hari itu yang sangat cerah tak berawan menambah cantiknya lukisan laut di depan kami. Di tepi pantai berpasir putih dan berombak kecil itu tumbuh pula puluhan pohon cemara yang menyejukan. Terus berjalan menyusuri pantai, ada tumpukan batu – batu besar, seperti di Laskar Pelangi, yang sayang untuk tidak diabadikan dalam foto.

Dari Pantai Tikus Emas, kami bergerak menuju Vihara Puri Tri Agung, yang terletak lima menit dari sana. Yang menjadikan vihara ini istimewa bukan saja arsitekturnya yang unik, namun pemandangan laut spektakuler yang bisa kita nikmati dari pekarangan Vihara. Mungkin ini yang dinamakan “Vitamin Sea” yang sesungguhnya.

Hari kedua kami mulai dengan mengunjungi danau kaolin. Danau kaolin merupakan sebutan untuk danau yang terbentuk pada lubang – lubang bekas tambang timah. Kekayaan alam Bangka berupa timah yang dikeruk habis – habisan sejak zaman belanda menyisakan lubang – lubang di permukaan bumi. Miris memang, bagaimana kerakusan manusia masa lalu meninggalkan bekas abadi untuk generasi setelahnya. Namun bekas tambang tersebut nyatanya membentuk danau biru yang sangat memanjakan mata. Di sekeliling danau terdapat tumpukan – tumpukan pasir putih bekas galian, mirip salju.

Ada beberapa danau kaolin yang terdapat di Bangka. Yang terbesar dan paling terkenal terletak di Air Bara, Bangka Selatan. Ada pula yang terletak tak jauh dari jalan menuju Sungailiat, tepatnya di Merawang, Kabupaten Bangka. Di Google Map namanya Danau Kaolin Tetli. Dibandingkan Air Bara, lokasinya lebih dekat dari Pangkal Pinang.

Ikuti saja arah yang ditunjukan Google Map ke tempat ini, namun saat sudah dekat dari lokasi bertanyalah pada warga sekitar karena tempatnya cukup tersembunyi dan tidak ada petunjuk apa – apa untuk masuk ke kawasan tambang timah itu. Saat kami sampai ke lokasi, cuma ada kami, dan dua orang pelancong lain disana, kecuali beberapa penambang tradisional yang sedang bekerja pada lubang – lubang lain di sebelah danau kaolin. Sepertinya belum banyak yang mengetahui tempat ini, namun keindahnya tak akan hilang dari pikiranmu.

Selanjutnya kami bergerak ke kawasan pelancong lain di Bangka, yaitu Bangka Botanical Garden (BBG). Jika di Pantai dan Danau Kaolin cuacanya panas, maka disini kita akan disuguhi suasana berbeda. Terletak di Pasir Padi, dan mudah dijangkau dari Pangkal Pinang. BBG merupakan lokasi peternakan, pertanian, dan perikanan yang dilakukan secara organik. Tempat ini ternyata juga tak jauh – jauh dari persoalan timah. Lahan yang digunakan merupakan bekas galian timah yang diubah sedemikian rupa menjadi kawasan argo wisata.

Bangka, pulau kecil di sebelah timur pulau Sumatra ini mungkin belum menjadi pilihan utama para pelancong. Namun nyatanya Bangka dianugrahi tuhan pemandangan pantai ciamik yang sangat memanjakan mata. Selain itu, bekas dosa kerakusan manusia masa lalu yang meninggalkan lubang – lubang menganga di bumi Bangka secara ironis meninggalkan danau kaolin cantik yang tak terbantahkan. Jangan lupakan BBG yang juga merupakan bekas luka dari sebuah komoditi bernama Timah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *